SISTEM OPERASI BERBASIS LINUX

Sistem Operasi Berbasis Linux, Selain Windows dan Macintosh, dikenal pula sistem operasi yang bernama Linux. Linux sebenarnya bukan nama sistem operasi tetapi nama sebuah kernel. Kernel adalah metode komunikasi antara program dengan hardware komputer. Jadi, kernel adalah semacam perantara atau “makelar” antara program yang berjalan di dunia software (digital) dengan komputer yang berfungsi di dunia hardware (analog).

Kernel Linux diciptakan oleh Linus Torvalds, seorang hacker, programmer, dan system analyst. Dari sebuah kernel, Linux dikembangkan menjadi sebuah sistem operasi. Pada awalnya, seperti halnya DOS, pengoperasian Linux menggunaan CUI (character user interface). Pengguna harus mengetikkan perintah untuk sistem operasi dalam sebuah console. Para pengguna Linux pun membuat GUI untuk kernel Linux. GUI tersebut diintegrasikan dengan kernel dan jadilah sistem operasi Linux.

Sistem operasi Linux adalah sebuah contoh kolaborasi perangkat lunak open source dan gratis. Hampir semua distro Linux dapat diperoleh tanpa membayar. Anda cukup mengunduh file instalasinya dari internet. Anda bebas menyalin file instalasi Linux dari teman, saudara, atau siapa pun lalu menginstalnya di komputer Anda tanpa takut dicap sebagai “pembajak”. Anda bahkan boleh  membongkar, memodifikasi, serta membuat distro baru dari distro yang sudah ada jika Anda sanggup.

Sayangnya, Linux masih dipandang sebelah mata oleh pengguna komputer di Indonesia. Banyak yang menganggap bahwa Linux adalah sistem operasi yang rumit, merepotkan, dan hanya dimengerti oleh orang yang jago komputer saja.

Nah, itulah tiga sistem operasi komputer yang berkembang saat ini dan sudah banyak terpasang dalam komputer di seluruh dunia. Bagaimana dengan komputer Anda, sistem operasi manakah yang Anda gunakan?

Selain Windows dan Macintosh, dikenal pula sistem operasi yang bernama Linux. Linux sebenarnya bukan nama sistem operasi tetapi nama sebuah kernel. Kernel adalah metode komunikasi antara program dengan hardware komputer. Jadi, kernel adalah semacam perantara atau “makelar” antara program yang berjalan di dunia software (digital) dengan komputer yang berfungsi di dunia hardware (analog).

Kernel Linux diciptakan oleh Linus Torvalds, seorang hacker, programmer, dan system analyst. Dari sebuah kernel, Linux dikembangkan menjadi sebuah sistem operasi. Pada awalnya, seperti halnya DOS, pengoperasian Linux menggunaan CUI (character user interface). Pengguna harus mengetikkan perintah untuk sistem operasi dalam sebuah console. Para pengguna Linux pun membuat GUI untuk kernel Linux.

GUI tersebut diintegrasikan dengan kernel dan jadilah sistem operasi Linux. Akan tetapi, karena Linux sendiri adalah community based project (proyek yang dilaksanakan dan berdasarkan pengembangan oleh suatu komunitas), Linux memiliki banyak varian. Varian tersebut dikenal dengan istilah distribution atau disingkat menjadi distro.

Distro Linux adalah suatu paket sistem operasi yang berisi kernel Linux, driver-driver, GUI, serta program-program yang telah terintegrasi dalam satu installer. Ketika dipasang, installer distro Linux akan memasang semua aplikasi dan komponen sistem operasi yang dikemas di dalamnya. Itulah sebabnya, ketika sebuah distro Linux diinstal, beberapa program nonsistem operasi pun terbawa. Ini karena para pengembang telah mengintegrasikan program tersebut pada instalasi distro mereka.

Linux adalah sebuah contoh kolaborasi perangkat lunak open source dan gratis. Hampir semua distro Linux dapat diperoleh tanpa membayar. Anda cukup mengunduh file instalasinya dari internet. Anda bebas menyalin file instalasi Linux dari teman, saudara, atau siapapun lalu menginstalnya di komputer Anda tanpa takut dicap sebagai “pembajak”. Anda bahkan boleh  membongkar, memodifikasi, serta membuat distro baru dari distro yang sudah ada jika Anda sanggup.

Sayangnya, Linux masih dipandang sebelah mata oleh pengguna komputer di Indonesia. Banyak yang menganggap bahwa Linux adalah sistem operasi yang rumit, merepotkan, dan hanya dimengerti oleh orang yang jago komputer saja. Oleh karena itu, banyak yang takut atau malas mempelajari penggunaan sistem operasi ini padahal Linux bisa menjadi sebuah sistem operasi masa depan yang menawarkan kebebasan untuk penggunanya serta tidak mengikat pengguna dengan berbagai lisensi mahal untuk program dan sistem operasi itu sendiri.

Secara umum, sebuah sistem komputer merupakan sebuah alat yang terdiri atas tiga komponen utama, yakni hardware, software, dan brainware yang memiliki keterkaitan satu sam lain. Ketiganya merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi untuk dapat menjalankan sistem komputer.

Selain itu, agar sistem komputer dapat digunakan oleh pengguna, dibutuhkan sebuah perantara yang dinamakan sistem operasi. Sistem operasi sama halnya dengan sebuah pemerintahan yang membawahi beberapa komponen penting lainnya, seperti software, hardware, dan data.

Dengan adanya sistem operasi, pengguna akan mendapatkan kemudahan untuk menggunakan berbagai macam sumberdaya dalam sebuah program karena sistem operasi adalah pengontrol semua sumberdaya yang bisa dimanfaatkan pengguna.

Semoga bermanfaat. :D

Sumber : http://www.lampungcomputer.com/blog/tag/sistem-operasi-komputer-berbasis-linux/

Post Comment